what is GAME???

9 03 2012

Game berasal dari kata bahasa inggris yang memiliki arti dasar Permainan. Permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian “kelincahan intelektual” (intellectual playability). Game juga bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya.

Kelincahan intelektual, pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal. Pada awalnya, game identik dengan permainan anak-anak. Kita selalu berpikir game merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak yang dapat menyenangkan hati mereka. Dengan kata lain, segala bentuk kegiatan yang memerlukan pemikiran, kelincahan intelektual dan pencapaian terhadap target tertentu dapat dikatakan sebagai game.
Tetapi yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah game yang terdapat di komputer, baik off line maupun online. Saat ini perkembangan games di komputer sangat cepat. Para pengelola industri game berlomba-lomba untuk menciptakan game yang lebih nyata dan menarik untuk para pemainnya. Hal inilah yang membuat perkembangan games di komputer sangat cepat. Sehingga games bukan hanya sekedar permainan untuk mengisi waktu luang atau sekedar hobi. Melainkan sebuah cara untuk meningkatkan kreatifitas dan tingkat intelektual para penggunanya.

Jadi, bermain game adalah suatu proses “fine tuning” (atau penyamaan frekuensi) dari logika berpikir anak-anak kita dengan logika berpikir aplikasi komputer yang canggih tadi. Pada saat bersamaan, game juga secara nyata mempertajam daya analisis para penggunanya untuk mengolah informasi dan mengambil keputusan cepat yang jitu. Namun, tentu saja kenyataan juga harus kita masukkan kedalam perhitungan. Kenyataan itu diantaranya adalah kecanduan para pemain / penggunanya yang akut terhadap permainan komputer semacam ini. Mereka bisa lupa segala-galanya akan tugas mereka yang lain termasuk tugas menuntut ilmu.

JENIS ATAU GENRE GAME
Apa itu genre?, genre adalah jenis tipe gaya permainan suatu game. Para gamer biasanya memilki tipe-tipe genre game tertentu sebagai favorit mereka. Bahkan terkadang dalam 1 game punya banyak genre / system cara bermain yang ganda (multigenre) Berikut ini adalah penjelasan tentang berbagai kategori game yang telah beredar hingga sekarang, jika ada yang kurang tolong diingatkan.

ACTION & ACTION ADVENTURE:

Genre game ini sangat menarik dan disukai oleh semua kalangan Gamers, system permainan gampang dan mudah dikuasai di segala usia walau begitu kadangkala ada game genre ini yang memakai tingkat kekerasan sangat tinggi hingga harus dilihat batasan usia nya.

Untuk action dan action adventure gameplaynya sebenarnya sama, bahkan system permainannya berbeda-beda setiap gamenya untuk menghilangkan gaya bermain yang itu-itu saja, namun secara garis besar perbedaannya adalah :

Action

Untuk action biasanya gerakan objek/karakternya monoton, mamakai system level yang harus diselesaikan untuk maju ke level berikutnya. kebanyakan tanpa tingkat kesulitan yang tinggi.

Action Adventure

Untuk action adventure atau yang biasa kita sebut game pertualangan biasanya menuntut Gamers untuk sedikit bersabar dan berkerja keras. Game ini biasanya tanpa system level tapi memakai system save ditengah permainan atau checkpoint yang terus dilanjutkan hingga permainan selesai, gameplaynya memiliki banyak variasi sehingga menambah kenikmatan bermain. Selain itu seiring dengan jauhnya permainan, tingkat kesulitanpun semakin sulit dan harus membuat si Gamers meningkatkan status karakter game tersebut untuk menyeimbangi permainan yang lebih sulit. Game ini juga sering menyimpan rahasia/misteri seperti halnya RPG yang lumayan fun untuk ditemukan dan dipecahkan.

SIMULATION:

Simulation adalah game yang mengendalikan suatu objek yang bergerak/tidak bergerak baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tujuan melakukan hal-hal tertentu. Game ini sangat menarik karena bisa membuat kita berfantasi seakan objek yang berada dalam game tersebut adalah nyata dan milik kita.

RPG (Role Playing Game):

Game jenis ini cukup banyak disukai Gamers didunia karena gameplaynya yang sangat menarik dan alur ceritanya yang membuat kita serasa berada didunia lain, di beberapa game ini memungkinkan Gamers bisa mengontrol lebih dari 1 karakter secara bergantian dan memberinya perintah apa yang karakter tersebut harus lakukan, Game ini juga mengharuskan Gamers untuk berpikir dan berstrategi karena game ini memiliki banyak celah yang bisa dipecahkan untuk mencapai kesuksesan bermain sehingga menciptakan gaya bermain yang berbeda-beda pada setiap player.
1. Western RPG

– Game RPG dari barat dapat dicirikan dari setting yang biasanya berkisar dalam dunia Middle Age di kawasan Eropa (atau mirip-mirip begitu), era dimana benteng dan raja masih berkuasa, lengkap dengan monster dan sihir. Western RPG juga banyak dicirikan dengan sistem JOB, dan biasanya merupakan game single character: sepanjang permainan karakter utama hanyalah kamu seorang, sisanya hanyalah karakter pembantu untuk melanjutkan jalan cerita.

Sebagian orang menyebut “Western RPG” sebagai “Dungeon Crawler”, memang benar, karena RPG dari barat sangat menekankan sistem free-exploration dan real-time battle dan memiliki banyak sekali dungeon.

Ciri2 Western RPG:

– Settingnya sekitar Middle Ages

– Karakter utama hanya satu dan diciptakan sendiri oleh player

– Memiliki banyak sidequest dan seringkali main quest tidak banyak mempengaruhi

– Berbasis free-exploration dengan real-time battle

– Biasanya terfokus pada “dungeon”

– Memiliki sistem “job”/”class” yang wajib dipilih

– Atribut karakter ditingkatkan secara manual oleh player saat level up

– Memiliki “storage” yang terbatas

Contoh terkenalnya adalah seri Elder Scrolls, Diablo, Dungeons and Dragons

2. JRPG (Japanese RPG)

Tipe dasar RPG berikutnya adalah Japanese RPG, yang tentu saja lahir di Jepang. JRPG sangat menekankan unsur cerita dan biasanya memiliki banyak karakter yang berperan dalam perkembangan alur cerita. Dunia JRPG sangat beragam, tidak seperti Western RPG yang biasanya mentok di Middle Ages

Ciri khas JRPG adalah “random encounter” dimana battle dilakukan didalam sebuah battlefield dan dapat terjadi kapan saja sehingga “selalu bersiap” adalah wajib, tidak seperti Western RPG dimana kita dapat melihat musuh dari jauh dan mencoba melarikan diri

Ciri JRPG:

– Menekankan cerita

– Karakter biasanya berjumlah lebih dari satu, apabila hanya satu biasanya ada karakter lain yang berperan amat penting dalam perkembangan cerita dan terhubung dengan karakter utama karena suatu alasan

– Biasanya karakter sudah disiapkan oleh cerita dan tidak bisa diutak-atik

– Atribut arakter meningkat secara otomatis saat level up

– Memiliki “storage” yang tidak terbatas

– Lebih terfokus pada dunia diatas bumi

– Berbasis random encounter dengan area eksplorasi dibatasi oleh sejauh mana cerita sedang berjalan

– Biasanya memiliki sistem “peran” daripada “job”

Contoh terkenal: seri Final Fantasy, Dragon Quest, Legend of Heroes

SHOOTING:

Game shooting adalah game yang menuntut Gamers untuk menghabisi musuhnya dalam game tersebut dengan cara menembakinya dengan berbagai jenis senjata api, kemampuan ditentukan dari teknik dan strategi masing-masing gamer. semakin sangar senjata yang kamu tenteng, semakin mudah bagimu dalam melibas musuh.

FIGHTING:

Genre game yang simple, cukup mengalahkankan lawan dengan cara duel 1 lawan 1 maka anda menang. Game ini sangat mengasyikkan bila dimainkan berdua dengan teman. Namun walau simple, untuk mengalahkan lawan yang tangguh dibutuhkan keahlian khusus karena untuk mengeluarkan jurus-jurus tertentu yang mematikan memerlukan kunci penekanan kombinasi tombol yang gesit dan cepat.

Written by Okecd
Pengetahuan dasar tentang Jenis Game ( Genre Game )

Apa itu genre?, genre adalah jenis tipe gaya permainan suatu game. Para gamer biasanya memilki tipe-tipe genre game tertentu sebagai favorit mereka. Bahkan terkadang dalam 1 game punya banyak genre / system cara bermain yang ganda (multigenre) Berikut ini adalah penjelasan tentang berbagai kategori game yang telah beredar hingga sekarang, jika ada yang kurang tolong diingatkan.

ACTION & ACTION ADVENTURE:

Genre game ini sangat menarik dan disukai oleh semua kalangan Gamers, system permainan gampang dan mudah dikuasai di segala usia walau begitu kadangkala ada game genre ini yang memakai tingkat kekerasan sangat tinggi hingga harus dilihat batasan usia nya.

Untuk action dan action adventure gameplaynya sebenarnya sama, bahkan system permainannya berbeda-beda setiap gamenya untuk menghilangkan gaya bermain yang itu-itu saja, namun secara garis besar perbedaannya adalah :

Action

Untuk action biasanya gerakan objek/karakternya monoton, mamakai system level yang harus diselesaikan untuk maju ke level berikutnya. kebanyakan tanpa tingkat kesulitan yang tinggi.

Action Adventure

Untuk action adventure atau yang biasa kita sebut game pertualangan biasanya menuntut Gamers untuk sedikit bersabar dan berkerja keras. Game ini biasanya tanpa system level tapi memakai system save ditengah permainan atau checkpoint yang terus dilanjutkan hingga permainan selesai, gameplaynya memiliki banyak variasi sehingga menambah kenikmatan bermain. Selain itu seiring dengan jauhnya permainan, tingkat kesulitanpun semakin sulit dan harus membuat si Gamers meningkatkan status karakter game tersebut untuk menyeimbangi permainan yang lebih sulit. Game ini juga sering menyimpan rahasia/misteri seperti halnya RPG yang lumayan fun untuk ditemukan dan dipecahkan.

Beberapa Jenis Game Action & Action Adventure

Survival Horror Action

Game action/action adventure yang dibuat untuk memacu adrenalin para gamer dengan ketakutan, kecemasan, dan keterkejutan dengan nuansa horrornya. Buat yang jantungan disarankan jangan deh coba-coba main game tipe ini, ntar koit lagi. He, he.

Contoh game : seri Dino Crisis, seri Resident Evil, seri Fatal Frame, seri Silent Hill dsb.

2D Person Action/Adventure

Game action bergrafik 2 dimensi yang tidak bisa bergerak bebas. Gamers hanya bisa bergerak maju atau mundur hingga mencapai ujung jalan untuk menyelesaikan permainan.

Contoh game : seri Metal Slug, Mario Bros (snes), Contra (Snes), Sonic (Sega Megadrive), dsb. kebanyakan genre game ini terdapat di konsol lampau atau portable yang belum mendukung 3D yang baik.

3D Person Action/Adventure

Game action bergrafik 3 dimensi yang bisa bergerak bebas 360 derajat dilingkungan sekitar untuk menyelesaikan misi-misi didalam permainan.

Contoh Game : Assasin Creed, Knights Of The Temple, Jack Keane, Dsb

Multigenre Action/Adventure.

Game action/action adventure yang mengandung banyak jenis genre sebagai sub play untuk menambah keasyikan bermain seperti Fighting, Racing, dan Shooting dapat dilakukan dalam 1 game saja.

Contoh game : seri Grand theft auto, seri True crime. dsb

Stealth Action/Adventure

Stealth adalah game action/action adventure yang menuntut Gamers harus melakukan suatu kegiatan secara diam-diam misalnya harus menghabisi musuh secara Silent And Deadly dengan cara menyamar, kamuflase atau mengendap-endap tanpa diketahui musuh lainnya. Fitur stealh lebih banyak berfungsi sebagai sub play kebanyakan game daripada sebagai main play untuk menghindari kejenuhan bermain.

Contoh game : seri Splinter Cell, seri Metal Gear Solid, Seri Prince of Persia. dsb

SIMULATION:

Simulation adalah game yang mengendalikan suatu objek yang bergerak/tidak bergerak baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tujuan melakukan hal-hal tertentu. Game ini sangat menarik karena bisa membuat kita berfantasi seakan objek yang berada dalam game tersebut adalah nyata dan milik kita.

Beberapa Jenis Game Simulation

Assets Simulation

Game simulasi yang menuntut kita untuk membuat/membangun/mengelola suatu objek/asset/bangunan/instalasi yang dikendalikan secara personal untuk mencapai tujuan tertentu.

Contoh game : game-game SIM / Tycoon series

Action Simulation

Game simulasi plus action yang menuntut kita untuk mengendalikan suatu objek tertentu secara langsung untuk melakukan suatu hal secara aktif, misalnya mengendalikan kendaraan perang untuk bertempur.

Contoh Game : Game-game Pesawat Tempur, dsb

Vehicle Simulation

Game simulasi realitas yang tata cara permainan mengambil dari objek aslinya, dengan tujuan mengajari player bagaimana cara mengoprasikan suatu kendaraan yang tidak biasa dikendarai orang awam dan rumit untuk dioperasikan

Contoh Game : Seri Flight Simulator, Rail Simulator & Ship Simulator

Music simulation

Game simulasi yang menuntut kita mengendalikan suatu objek secara tidak langsung untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan musik.

Contoh game : Seri Guitar Hero, seri Dance-Dance Revolution

Lovesims/visual novel

Game ini hanya berupa suatu percakapan antar tokoh disertai dengan gambar CG (Computer Graphic) Anime yang indah. Jalan ceritanya berjalan sendiri tanpa bisa kita kendalikan, kita hanya bisa mengatur jalan cerita melalui pilihan langkah sang tokoh di game tersebut untuk mencapai akhir yang buruk atau bahagia, kayak Sinetron gitu deh. Game ini hanya dibuat di negara asal anime yaitu jepang dan lumayan populer di sana namun tidak begitu di negara lainnya. Game ini kurang mendapat perhatian karena gameplaynya yang dinilai kurang berbobot, selain itu game tipe ini yang beredar di Indonesia kebanyakan game-game adult yang tidak baik untuk gamer usia dibawah umur.

RPG (Role Playing Game):

Game jenis ini cukup banyak disukai Gamers didunia karena gameplaynya yang sangat menarik dan alur ceritanya yang membuat kita serasa berada didunia lain, di beberapa game ini memungkinkan Gamers bisa mengontrol lebih dari 1 karakter secara bergantian dan memberinya perintah apa yang karakter tersebut harus lakukan, Game ini juga mengharuskan Gamers untuk berpikir dan berstrategi karena game ini memiliki banyak celah yang bisa dipecahkan untuk mencapai kesuksesan bermain sehingga menciptakan gaya bermain yang berbeda-beda pada setiap player.

Beberapa Jenis Game RPG

Normal RPG

Game RPG pada umumnya. Kita tidak dapat menggerakkan karakter dengan bebas seperti halnya game action. System battlenya memakai pilhan menu yang beragam, misalnya menyerang, bertahan atau memulihkan diri dan setelah menu dipilih karakter tersebut akan bergerak dengan sendirinya sesuai perintah. Game ini menuntut peningkatan status/level karakter untuk melangkah ke level yang lebih sulit, game ini biasanya juga disertai dengan mini game, puzzle, sub boss, secret mission/item/karakter, dsb yang fun untuk ditemukan dan dipecahkannya sehingga membuat game ini lama untuk diselesaikan, dengan demikian kepuasan gamer terjamin. Genre game ini sangat populer di negara manapun.

Contoh game : The Witcher, Seri Neverwinter Nights, Titan Quest, Dsb

Turn Based RPG

Kurang lebih sama dengan RPG namun dalam system battlenya, selain bisa menggerakkan lebih dari 1 karakter secara bergantian, Gamers juga bisa mengatur letak dan posisi serta menggerakkan karakter yang ada seperti bidak catur dan menggerakkannya dalam suatu field pertempuran yang ruang lingkupnya terbatas. Karakter baru bisa menyerang jika ia berada di jarak yang pas dengan musuh. Selain dari level karakter yang tinggi, Kemenangan juga dipengaruhi formasi karakter yang digunakan dalam mengepung dan menghadapi formasi lawan, game tipe ini jarang ada dipasaran terutama di PC.

Contoh game : Final Fantasy Tactics, seri Super Robot Wars, seri Front Mission, dsb (semuanya game konsol)

Action RPG

Sama seperti normal RPG, perbedaannya, di Action RPG karakternya bisa digerakkan secara bebas dan bisa melakukan gerakan aktif di lingkungan sekitarnya seperti game action/adventure.

Contoh game : seri Kingdom Hearts, dsb

RPG simulation

Game multigenre berupa RPG/action RPG + Simulation, game tipe ini juga jarang ada di PC

Contoh game : seri Harvest Moon. dsb.

MMORPG

Dasarnya seperti RPG pada umumnya namun versi online, karakter yang bisa kita kendalikan hanya 1, namun ruang lingkup penjelajahan lingkungannya lebih luas, bisa berinteraksi dengan karaker lain dan umumnya bisa membentuk Guild dan bekerja sama untuk bersaing dengan gamer lainnya.

Contoh Game : Ragnarok, Seal, RF, Phantasy Star, Lineage, Dsb

RPG secara mendasar terbagi menjadi 2:

1. Western RPG

– Game RPG dari barat dapat dicirikan dari setting yang biasanya berkisar dalam dunia Middle Age di kawasan Eropa (atau mirip-mirip begitu), era dimana benteng dan raja masih berkuasa, lengkap dengan monster dan sihir. Western RPG juga banyak dicirikan dengan sistem JOB, dan biasanya merupakan game single character: sepanjang permainan karakter utama hanyalah kamu seorang, sisanya hanyalah karakter pembantu untuk melanjutkan jalan cerita.

Sebagian orang menyebut “Western RPG” sebagai “Dungeon Crawler”, memang benar, karena RPG dari barat sangat menekankan sistem free-exploration dan real-time battle dan memiliki banyak sekali dungeon.

Ciri2 Western RPG:

– Settingnya sekitar Middle Ages

– Karakter utama hanya satu dan diciptakan sendiri oleh player

– Memiliki banyak sidequest dan seringkali main quest tidak banyak mempengaruhi

– Berbasis free-exploration dengan real-time battle

– Biasanya terfokus pada “dungeon”

– Memiliki sistem “job”/”class” yang wajib dipilih

– Atribut karakter ditingkatkan secara manual oleh player saat level up

– Memiliki “storage” yang terbatas

Contoh terkenalnya adalah seri Elder Scrolls, Diablo, Dungeons and Dragons

2. JRPG (Japanese RPG)

Tipe dasar RPG berikutnya adalah Japanese RPG, yang tentu saja lahir di Jepang. JRPG sangat menekankan unsur cerita dan biasanya memiliki banyak karakter yang berperan dalam perkembangan alur cerita. Dunia JRPG sangat beragam, tidak seperti Western RPG yang biasanya mentok di Middle Ages

Ciri khas JRPG adalah “random encounter” dimana battle dilakukan didalam sebuah battlefield dan dapat terjadi kapan saja sehingga “selalu bersiap” adalah wajib, tidak seperti Western RPG dimana kita dapat melihat musuh dari jauh dan mencoba melarikan diri

Ciri JRPG:

– Menekankan cerita

– Karakter biasanya berjumlah lebih dari satu, apabila hanya satu biasanya ada karakter lain yang berperan amat penting dalam perkembangan cerita dan terhubung dengan karakter utama karena suatu alasan

– Biasanya karakter sudah disiapkan oleh cerita dan tidak bisa diutak-atik

– Atribut arakter meningkat secara otomatis saat level up

– Memiliki “storage” yang tidak terbatas

– Lebih terfokus pada dunia diatas bumi

– Berbasis random encounter dengan area eksplorasi dibatasi oleh sejauh mana cerita sedang berjalan

– Biasanya memiliki sistem “peran” daripada “job”

Contoh terkenal: seri Final Fantasy, Dragon Quest, Legend of Heroes

SHOOTING:

Game shooting adalah game yang menuntut Gamers untuk menghabisi musuhnya dalam game tersebut dengan cara menembakinya dengan berbagai jenis senjata api, kemampuan ditentukan dari teknik dan strategi masing-masing gamer. semakin sangar senjata yang kamu tenteng, semakin mudah bagimu dalam melibas musuh.

Beberapa Jenis Game Shooting

Arcade Shooting

Game yang simple. Sang Gamers hanya perlu menembak habis semua objek/musuh yang muncul dihadapannya tanpa perlu bergerak dengan cursor shoot dilayar yang digerakkan secara bebas, Gamers akan bergerak berpindah tempat secara otomatis jika semua musuh yang ada dihadapan telah habis, gerakan yang digunakan hanya muncul untuk menembak dan sembunyi untuk menghindari tembakan. Game ini sangat asyik jika dimainkan dengan alat tambahan berupa pistol pad, game tipe ini banyak tersedia di game center yang dilengkapi pistol pad.

Contoh game : seri Time Crisis, Ninja Assault, dsb.

FPS (First Person Shooting)

FPS adalah game shooting/ tembak menembak yang memakai sudut pandang orang pertama. Genre game ini juga sangat populer di AS begitupun halnya Indonesia. Genre game ini juga sering dipertandingkan dalam berbagai turnamen game baik individu maupun perkelompok. Game ini umumnya agak sulit dimainkan bagi gamer pemula karena harus mengontrol arah senjata dan karakter sekaligus secara manual dengan joystick (konsol) atau keyboard dan mouse (PC).

Contoh game :

Normal FPS : Seri Call Of Duty, seri Battlefield, Seri Counter Strike, Dsb.

Survival Horror FPS : seri Doom, Area 51, F.E.A.R, dsb

FPS Strategy : Commandos – Strike Force, seri Rainbow Six. dsb

TPS ver. 1 (Third Person Shooting)

TPS adalah game shooting yang gameplaynya tidak beda dengan FPS yaitu menembak dengan cara membidik kursor senjata secara manual atau dengan lock on (membidik secara otomatis) untuk memudahkan Gamers menghabisi musuh yang berkeliaran secara acak dengan jumlah yang banyak, namun memakai sudut pandang orang ketiga, penjelasan gampangnya yaitu bukan cuma senjatanya yang kelihatan di layar seperti halnya game FPS tapi karakternya juga.

Contoh game : Freedom Fighters 25 to Live, seri Hitman, Red Dead Revolver, Seri Mercenaries, seri Syphon Filter, dsb

FIGHTING:

Genre game yang simple, cukup mengalahkankan lawan dengan cara duel 1 lawan 1 maka anda menang. Game ini sangat mengasyikkan bila dimainkan berdua dengan teman. Namun walau simple, untuk mengalahkan lawan yang tangguh dibutuhkan keahlian khusus karena untuk mengeluarkan jurus-jurus tertentu yang mematikan memerlukan kunci penekanan kombinasi tombol yang gesit dan cepat.

Beberapa Jenis Game Fighting

2D Fighting

Game fighting bergrafik 2 dimensi (Kartun/Animasi) yang gerakan karakternya hanya terbatas pada gerakan maju/mundur dan lompat/merunduk saja. Biasanya karakter dalam game ini memungkinkan untuk dapat bergerak gesit dan mengeluarkan jurus yang super maut yang menurut kita mustahil untuk dilakukan.

Contoh game : seri King Of Fighters, seri Guilty Gear, seri Naruto, dsb

3D Fighting

Game fighting bergrafik 3 dimensi yang gerakannya masih bersifat realistis dan tidak terbatas pada gerakan maju mundur saja. misalnya karakter dalam game ini bisa melakukan gerakan memutar di lingkungannya untuk menghindari serangan lawan. biasanya gerakan karakter dalam game ini tidak bergerak terlalu gesit untuk menambah unsur realitasnya.

Contoh game : seri Tekken, seri Dead Or Alive, seri Soul Calibur, dsb.

Fighting Action

Game Third Person Action + Fighting yang menuntut kita untuk menghabisi musuh yang berkeliaran di lingkungan dengan kombinasi serangan fisik sebagai serangan utamanya. Pada dasarnya bertarung secara keroyokan dengan kroco-kroco hingga puncaknya duel 1 lawan 1 dengan si boss. Terkadang, selain pertarungan fisik, kita juga bisa menggunakan senjata yang terdapat di lingkungan game tersebut untuk menghabisi lawan, seperti pisau, golok, Bat Baseball, dsb.

Contoh Game : The Bouncer, Death by Degress, Jet Li – Rise of Dragon, Tekken 5 – Devil Within, dsb.

RACING:

Pada umumnya genre Racing dibagi menjadi 3

Arcade Racing, yaitu permainan balapan yang lebih menekankan excitement dalam bermain. sub-genre ini populer dari mesin arcade yang jatuhnya mendarat juga di pc ataupun console,

contoh arcade race: hampir semua game race generasi awal, Midnight series, NFS series, Burnout Paradise, kebanykan game racing di arcade

Racing Simulation/Simulation Race/Sim Race – genre ini tdk ditekankan di kenyamanan bermain tapi di tingkat realisme dalam bermain. Ditandai dgn tingkat kesultain yang “cenderung” lebih tinggi dan butuh skill lebih.

Contoh : GT Series, NFS Shift.

Semi-Simulated Race – genre yang masuk sini adalah genre yang memiliki kedua unsur sub-genre race diatas. Game ini bisa lebih mudah dari Arcade Race ataupun bisa lebih sulit dari Simulation Race, atau ditengah2 tergantung dari pengembangan developer,

yang termasuk semi-simulated race: Racedriver GRID

STRATEGY:

Strategi adalah game menguras otak karena memerlukan pemikiran yang cerdik untuk menyelesaikan permainan dengan pemikiran kita sendiri. Strategi juga sering terdapat di beberapa genre game sebagai celah untuk memainkan game tersebut dengan tepat dan lebih baik. Karena itu dengan adanya strategi, setiap orang bisa menciptakan gaya bermainnya sendiri-sendiri.

Sports

Sports adalah game olahraga yang gameplaynya tergantung dari jenis olah raga itu sendiri. Game sports ada bermacam – macam, misalnya Golf, American football (rugby), Sepakbola, Basket, Baseball, Gulat, Voli, Memancing, dsb.

Contoh game : seri Winning eleven, Championship Manager, seri Smack Down, Seri NFL, seri NBA, Golf Profesional, dsb.

X-Treme Sports

Sama seperti sports namun olahraga disini adalah olahraga keras yang biasa anak muda gaul lakukan seperti balap sepeda, skate board dan sebagainya.

Contoh game : seri Tony hawk Pro Skater, seri BMX, dsb.

Puzzle

Game yang santai, relax, dan asyik bagi segala usia,. Game ini memakai system gameplay yang itu –itu saja namun butuh pemikiran, kita hanya perlu mengatur suatu objek benda untuk menyelesaikan permainan. Misalnya game menyusun balok, game kartu, catur, tebak-tebakan dan lain sebagainya, namun harus diwaspadai karena game tipe ini juga ada yang mengajarkan berjudi seperti game domino, mahyong, poker, dsb.

Contoh game : Who Wants To Be A Millionare, seri Tetris, dsb

Flash Game

Game ringan yang fun untuk dimainkan, diciptakan dari program sederhana yang siapa saja bisa menciptakannya asal memahami dengan teliti program pembuatnya, kapasitasnya kecil dan mudah didownload di internet.

Game Emulator

Emulator adalah program untuk memainkan game konsol agar bisa dimainkan di pc, beberapa konsol yang bisa dimainkan di pc dengan emulator adalah Playstation, GBC/GBA, Snes, Nintendo 64, Nintendo DS, dsb. namun jika ingin memainkan game konsol kelas berat, emulator saja tidak cukup, seperti halnya game PC, perlu komputer dengan spesifikasi yang memadai, game emulator disebut dengan ROMS dan dapat didownload di internet, jika ingin memainkan konsol game yang bermedia CD seperti playstation, install dulu program emulatornya, masukkan cd gamenya, jalankan programnya dan mainkan.

Real Moment game

Game yang bernuansa realistis. Dengan sensor gerak kita bisa melakukan gerakan solah-olah kita sedang berinteraksi dengan objek dalam game tersebut. Game type ini sedang dikembangkan oleh beberapa pengembang game dan diramalkan akan menjamur dimasa depan kelak.

Game Online

Game Online adalah game PC atau game konsol yang medianya dilengkapi modem agar terhubung dengan internet dengan tujuan untuk melakukan aktifitas dalam game tersebut secara massal dengan Gamers yang lain mekipun Gamers tersebut berada ditempat yang berbeda dengan kita. Game ini sangat mengasyikkan dan bisa membuat ketagihan karena selain bermain kita juga bisa berkomunikasi, bersaing dan berkerjasama dengan Gamers lain dalam game tersebut.

Untuk mengetahui bahwa game tersebut mendukung online atau tidak Biasanya di sampulnya ada tulisan “Online” atau “With Net Play”

Game online juga memiliki berbagai macam genre seperti yang telah dijelaskan diatas, game online termasuk game tipe penguras dompet karena untuk bermain mau tidak mau kita harus mengeluarkan uang lebih untuk tagihan internet dan iuran untuk server perusahaan pengelola game tersebut.

LAN Game adalah system bermain game PC sacara bersama sama dengan perangkat komputer yang saling berhubungan satu sama lainnya di satu tempat (misalnya game center), penyelenggaraan turnamen game PC adalah salah salah satu contohnya.

Elemen-elemen formal dalam game

Pemain-pemain

Ada berapa banyak pemain yang bisa didukung oleh permainan tersebut? Apakah harus menggunakan jumlah pemain yang tetap (hanya 4 pemain), atau boleh berubah-ubah (2-5 pemain)? Bolehkah pemain datang dan pergi selagi permainan berlangsung? Bagaimana hal ini akan mempengaruhi permainan?

Apa hubungan para pemain: apakah mereka bermain sebagai tim, atau individual? Bolehkah tim tersebut tidak seimbang? Inilah contoh-contoh struktur pemain; contoh-contoh ini bukanlah contoh lengkap:

Solitaire (1 pemain vs. sistem permainan). Contoh ini juga mencakup permainan-permainan seperti Klondike (yang juga dipanggil Solitaire) dan juga Minesweeper.
Head-to-head (1 pemain vs. 1 pemain). Permainan catur dan go adalah contoh-contoh klasik.
“PvE” (pemain majemuk vs. sistem permainan). Kategori ini sangat lazim di MMO seperti World of Warcraft atau Ragnarok Online. Beberapa permainan papan yang mendukung kerjasama antar pemain juga ada seperti, Knizia’s Lord of the Rings, Arkham Horror, dan Pandemic.
Satu pemain melawan banyak pemain. Permainan papan Scotland Yard adalah contoh yang bagus; permainan ini mengadu seorang pemain sebagai Mr. X melawan satu tim detektif.
Free-for-all (1 pemain vs. 1 pemain vs. 1 pemain vs 1 pemain dan seterusnya). Bisa jadi ini struktur pemain yang paling biasa pada permainan yang mendukung banyak pemain. Struktur ini bisa dicari di mana-mana, dari permainan papan seperti Monopoly sampai mode permainan “multiplayer deathmatch” di permainan tembak-menembak orang-pertama dan juga permainan-permainan lainnya.
Individual yang berbeda melawan sistem permainan (1 pemain vs. pemain yang lain vs. sistem permainan). Permainan kasino Blackjack adalah sebuah contoh di mana House-nya adalah seorang pemain yang lagi bermain dengan pemain-pemain lain, tetapi pemain-pemain lain tersebut tidak bisa saling membantu ataupun saling beradu.
Kompetisi antar tim (satu regu pemain vs. satu regu pemain [vs. satu regu pemain, dan seterusnya]). Ini juga salah satu struktur yang bisa sering dilihat, seperti halnya olahraga regu, permainan kartu seperti Bridge dan Spades, mode permainan daring berregu seperti “Capture the flag” dari permainan tembak-menembak orang-pertama dan permainan lainnya.
Pemangsa-mangsa. Para pemain membentuk lingkaran (baik nyata maupun maya). Tujuan tiap orang adalah untuk memangsa pemain di kiri mereka sementara bertahan dari serangan pemain dari kanan mereka. Permainan universitas Assasination dan permainan pertukaran kartu Vampire: the Eternal Struggle menggunakan struktur ini.
Bintang Lima Sudut. Ini bisa dilihat di permainan yang dimainkan oleh lima orang, Magic: the Gathering dan variasinya. Tujuan permainan ini adalah menyingkirkan dua pemain yang bukan di sisi kanan ataupun kirimu.

Tujuan

Apa sih tujuan dari game ini? Apa yang sedang dilakukan oleh para pemainnya? Seringkali ini adalah salah satu pertanyaan pertama yang kamu tanyakan pada diri sendiri saat merancang sebuah game, jika sedang terjebak dan tak tahu mau mulai dari mana. Saat kamu sudah tahu apa tujuannya, banyak unsur formal lainnya yang akan muncul sendiri. Beberapa tujuan yang umum (lagi-lagi, ingatlah ini bukan daftar yang lengkap):
Tangkap/Hancurkan. Habisi semua bidak milik musuh dari game. Catur dan Stratego adalah contoh permainan di mana Anda harus mengeliminasi lawan untuk menang.
Kendali Wilayah. Fokusnya bukan semata-mata menghancurkan musuh, tetapi mengendalikan wilayah tertentu dari arena. RISK dan Diplomacy adalah contohnya.
Kumpulkan/Lengkapi. Permainan kartu Remi dan variannya mencakup mengumpulkan satu set kartu untuk menang. Bohnanza mencakup mengumpulkan satu set bijih. Banyak video game platformer (misalnya seri Spyro) memiliki level yang meminta pemainnya untuk mengumpulkan sejumlah objek di sepanjang level.
Simpulkan/Ungkap. Boardgame Clue adalah contoh sebuah game yang tujuannya adalah memecahkan teka-teki. Contoh yang kurang terkenal (tapi lebih menarik) adalah Castles of Magic dan Sleuth.
Balapan/Melarikan Diri/Mengejar. Secara umum, game apapun yang membuat pemainnya berlari ke arah atau menjauhi sesuatu; conothnya game Tag (seperti Petak Umpet atau Benteng) dan Super Mario Bros.
Pencocokan Spasial. Beberapa game melibatkan penempatan elemen pada posisi tertentu sebagai tujuan, termasuk game Tic Tac Toe, Pente dan video game Tetris.
Membangun. Kebalikan dari ‘menghancurkan’ — tujuanmu adalah memajukan tokoh (atau tokoh-tokoh) dalam game atau membangun sumberdaya mencapai titik tertentu. The Sims, cukup kental memiliki elemen ini; boardgame Settlers of Catan adalah contoh lain.
Menghalangi tujuan lain. Game tertentu akan berakhir jika salah satu pemain melakukan tindakan yang dilarang dalam aturan, sehingga menyebabkan pemain itu kalah. Contohnya adalah game ketahanan fisik seperti Twister dan Jenga.

Peraturan (Mekanika)

Seperti disebutkan sebelumnya, ada tiga kategori dari peraturan: setup (hal-hal yang dilakukan di awal sebelum permainan), jalannya permainan (apa yang terjadi dalam game), dan resolusi (kondisi apa yang meghentikan game, dan bagaimana hasilnya ditentukan berdasarkan status game).

Beberapa aturan muncul secara otomatis: dipicu saat titik tertentu dalam game tanpa ada pilihan atau interaksi dari pemain (“Ambil satu kartu pada awal giliranmu” atau “Penanda waktu bonus menurun 100 poin setiap detiknya”). Aturan lain menentukan pilihan atau tindakan yang bisa diambil pemain dalam game, dan bagaimana tindakan itu berpengaruh pada status game.

Coba kita gali lebih dalam. Dalam Rules of Play Salen & Zimmerman mengklasifikasikan tiga tipe aturan, mereka menyebutnya operasional, konstituatif dan tersirat. (Ini bukan istilah standar di industri game, jadi konsep dalam hal ini lebih penting daripada terminologi). Untuk mencontohkannya, mari kita lihat peraturan dari game Tic Tac Toe:

Pemain: 2
Setup: Gambarkan kotak 3×3. Pilih pemain yang dapat giliran pertama sebagai X. Lawannya adalah O.
Jalannya Permainan: Pada giliranmu, tandai satu kotak kosong dengan simbolmu. Jika sudah, giliran beralih ke lawan.
Penyelesaian: Jika kamu membuat 3 simbol dalam satu baris (ortogonal atau diagonal), kamu menang. Jika semua kotak terisi dan tidak ada yang menang, artinya seri.

Inilah yang disebut dalam Rules of Play sebagai peraturan “operasional”. Pikirkan sejenak: apakah hanya ini aturan dalam game itu?

Sekilas mungkin demikian. Tapi apa yang terjadi jika saat hendak kalah saya menolak menjalankan giliran saya? Peraturan tidak secara spesifik memberi batasan waktu, jadi saya bisa ‘menunda’ tanpa batas waktu untuk menghindari kekalahan dan tetap beroperasi dalam ‘peraturan’ yang tertulis tadi. Meski demikian, dalam permainan sebenarnya, ada batasan waktu yang wajar yang tersirat. Ini bukan bagian dari peraturan formal dari game, tapi masih menjadi apa yang disebut dalam Rules of Play sebagai aturan ‘tersirat’. Maksudnya di sini adalah bahwa ada semacam kontrak sosial tak tertulis yang dibuat para pemain dalam sebuah game, dan aturan ini dipahami meski tak dinyatakan.

Bahkan dengan aturan formal itu sebenarnya ada dua lapisan. Papan 3×3 dan simbol “X” dan “O” itu spesifik untuk game ini, tapi Anda bisa mencabutnya. Dengan menyusun ulang kotak-kotak sebagai angka 1 – 9 dan mengubah pencocokan spasial menjadi sifat matematis, Anda akan memperoleh game Three-to-Fifteen. Meski Tic-Tac-Toe dan Three-to-Fifteen memiliki implementasi dan penampilan yang berbeda, peraturan abstrak di lapisan bawahnya serupa. Kita tidak biasanya merujuk dalam ranah abstrak ini saat memikirkan ‘peraturan’ tapi aturan itu ada, di bawah permukaan. Dalam Rules of Play hal ini disebut aturan ‘konstituatif’.

Apakah ada gunanya mengetahui beda dari ketiga tipe aturan ini? Saya pikir hal itu penting karena dua alasan:
Perbedaan antara aturan ‘operasional’ da ‘konstituatif’ membantu kita memahami mengapa satu game lebih menyenangkan dari game lainnya. Game arcade klasik Gauntlet memiliki gameplay yang sangat mirip dengan game first person shooter DOOM; perbedaan terbesarnya adalah posisi kamera. Buat Anda yang memainkan boardgame moderen, pernyataan yang sama bisa dikatakan untuk game Puerto Rico yang sangat mirip dengan Race for the Galaxy. Kesamaannya mungkin tak langsung terlihat karena di permukaan kedua game itu sangat berbeda, kecuali Anda mengkajinya dari sisi status game dan aturan.
Banyak game first person shooter mengandung peraturan di mana, saat pemain terbunuh, mereka akan muncul lagi (“respawn”) di satu lokasi spesifik yang diketahui. Pemain lain bisa saja menunggu di lokasi itu dan membunuh siapapun yang respawn sebelum lawannya itu sempat bereaksi. Ini dikenal sebagai “spawn-camping” dan bisa sangat menyebalkan untuk yang menjadi korbannya. Apakah spawn-camping bagian dari game (karena diizinkan oleh aturan)? Apakah ini strategi yang baik, ataukah kecurangan? Ini tergantung siapa yang menjawab, dan ini adalah bagian dari aturan “tersirat”. Ketika dua pemain memiliki aturan tersirat yang berbeda, pada akhirnya salah satu pemain akan menuduh yang lainnya curang (atau sekadar “nggak asik”) sedangkan pemain yang dituduh akan bersikap defensif dan menegaskan bahwa mereka bermain sesuai aturan dan tak ada alasan buat mereka untuk mengurangi kemampuan saat sedang berusaha untuk menang. Pelajarannya di sini adalah, penting bagi seorang desainer game untuk mendefinisikan sebanyak mungkin aturan-aturan ini untuk mencegah perdebatan soal aturan dalam permainan.

Sumberdaya dan Manajemen Sumberdaya

“Sumberdaya” adalah kategori yang sangat luas, dan saya akan menggunakannya untuk merujuk pada segala hal yang dikendalikan oleh satu pemain. Tentunya ini mencakup sumberdaya eksplisit (Wood dan Wheat dalam game Settlers of Catan, health dan mana dan mata uang dalam World of Warcraft), tpi ini juga bisa mencakup hal-hal lainnya yang dikendalikan pemain:

Wilayah dalam RISK
Jumlah pertanyaan tersisa dalam game Twenty Questions
Benda yang bisa diambil dalam video game (senjata, powerup)
Waktu (entah waktu dalam game, waktu sungguhan atau keduanya)
Informasi yang diketahui (contohnya, para tersangka yang sudah tereliminasi dalam Clue)

Apa saja sumberdaya yang dikendalikan pemain? Bagaimana sumberdaya ini dimanipulasi sepanjang permainan? Ini adalah hal-hal yang harus didefinisikan secara gamblang oleh desainer.

Status Game (Game State)
Beberapa hal “mirip sumberdaya” tidak dikuasai oleh satu pemain tertentu, tapi hal itu masih merupakan bagian dari game: properti yang belum dibeli dalam Monopoli, kartu-kartu yang umum dalam Texas Hold ‘Em. Semua yang ada di dalam game secara bersamaan, termasuk sumberdaya yang dikendalikan oleh masing-masing pemain dan segala hal yang menjelaskan sebuah game pada waktu tertentu bisa disebut sebagai status game.

Dalam boardgame, tidak selalu diperlukan untuk mendefinisikan secara eksplisit status game, tapi kadang hal itu patut dipertimbangkan. Lagipula, apa sih peraturan itu kecuali sebuah cara-cara untuk mengubah game dari satu status game ke selanjutnya.

Dalam video game, seseorang harus mendefinisikan status game, karena di dalamnya lah terdapat semua data yang harus dilacak oleh komputer. Umumnya, tugas ini jatuh ke tangan programmer, tapi jika desainer game bisa mendefinisikan status game secara eksplisit ini akan sangat membantu tim pemrograman memahami game.

Informasi

Seberapa jauh setiap pemain dapat mengetahui status game? Mengubah jumlah informasi yang diketahui pemain akan memiliki efek drastis dalam game, bahkan ketika semua elemen formal lainnya tak berubah. Beberapa contoh struktur informasi dalam game:

Hanya sedikit game yang menampilkan keseluruhan informasi, yaitu ketika pemain bisa melihat status game secara utuh setiap saat. Catur dan Go adalah contoh klasiknya untuk boardgame.
Game bisa mencakup beberapa informasi yang sifatnya privat bagi setiap individu. Contohnya adalah dalam Poker atau game kartu lain di mana masing-masing pemain memegang satu set kartu yang hanya mereka yang tahu.
Satu pemain bisa memiliki informasi tertentu, sementara pemain lain tidak. Ini umum dalam game berstruktur satu-lawan-banyak, misalnya Scotland Yard.
Ada informasi dalam game yang tersembunyi dari semua pemain. Game seperti Clue dan Sleuth mencapai kondisi kemenangan ketika seorang pemain menemukan informasi tersembunyi ini.
Struktur-struktur informasi di atas bisa digabungkan. Banyak game “real-time-strategy” di komputer menggunakan apa yang disebut sebagai “fog of war” yaitu di mana sebagian wilayah pada peta ditutupi bagi pemain yang tidak memiliki unit dengan jangkauan pandangan ke wilayah itu. Dengan demikian beberapa informasi disembunyikan dari semua pemain. Lebih lanjut lagi, pemain tidak bisa melihat layar pemain lainnya, jadi setiap pemain tidak tahu informasi apa yang dimiliki dan tidak dimiliki lawannya.

Urut-urutan (Sequencing)

Bagaimana urut-urutan pemain dalam bertindak? Bagaimana alur permainan dari satu tindakan ke tindakan berikutnya? Game bisa menjadi sangat berbeda tergantung dari struktur giliran yang digunakan:
Beberapa game murni berbasis giliran (turn-based): dalam waktu tertentu pasti merupakan giliran dari salah satu pemain, di mana pemain itu boleh melakukan tindakan. Jika satu pemain selesai, maka giliran pemain lain. Kebanyakan boardgame klasik dan game turn-based strategy menggunakan metode ini.
Beberapa game berbasis giliran, tapi dengan bermain berbarengan (semua orang melakukan gilirannya pada satu waktu, seringkali dengan menuliskan aksi mereka atau memainkan kartu tindakan dalam keadaan tertutup lalu bersama-sama membukanya). Boardgame Diplomacy menerapkan ini. Ada juga varian Catur di mana pemain menuliskan gerakan mereka secar bersamaan lalu bersama-sama menyelesaikannya (dua bidak yang memasuki kotak yang sama pada giliran yang sama artinya sama-sama termakan) ini menambah ketegangan pada game.
Ada juga game yang real-time, yaitu tindakan yang diambil dilakukan secepat yang bisa dilakukan oleh pemain. Kebanyakan game dengan orientasi aksi memasuki kategori ini, tapi ada juga game non-digital yang menerapkannya (misalnya game kartu Spit atau Speed).
Ada variasi tambahan. Untuk game berbasis giliran, seperti apa urutan para pemain? Urut-urutan searah putaran jarum jam umum dilakukan. Urutan searah putaran jarum jam lalu pemain pertama dilangkahi gilirannya pada putaran berikutnya (untuk mengurangi keunggulan pemain pertama) adalah modifikasi yang dilakukan dalam banyak boardgame modern. Saya juga pernah lihat game yang gilirannya diacak untuk setiap ronde, atau di mana pemain membayar sumberdaya tertentu dalam game untuk mendapatkan keunggulan giliran pertama (atau terakhir), atau di mana urut-urutan ini ditentukan oleh kedudukan pemain (siapa yang paling unggul boleh jalan duluan atau belakangan).
Game berbasis giliran bisa dimodifikasi lebih jauh dengan tambahan batas waktu yang jelas, atau bentuk tekanan waktu lainnya.

Interaksi pemain
Ini adalah aspek game yang kerap diabaikan tapi sebenarnya sangat penting. Bagaimana para pemain saling berinteraksi? Apakah mereka bisa saling mempengaruhi? Berikut adalah beberapa contoh interaksi antar pemain
Konflik Langsung (“Saya serang kamu”)
Negosiasi (“Jika kamu mendukung saya memasuki Laut Hitam, saya akan membantumu mendapatkan Kairo pada giliran berikutnya”)
Perdagangan (“Saya akan berikan Wood untuk ditukar dengan Wheat”)
Berbagi Informasi (“Saya melihat tile itu pada giliran yang lalu dan saya bilangin ya, kamu akan masuk dalam jebakan kalau masuk ke situ”)

Tema (naratif, latar belakang cerita, setting)

Masing-masing istilah tersebut (naratif, cerita latar, latar/setting) memiliki makna yang berbeda-beda bagi seorang penulis cerita profesional, tapi untuk tujuan kita semuanya bisa digunakan secara bergantian dengan makna yang sama: bagian dari game yang sama sekali tidak mempengaruhi gameplay secara langsung.

Jika tidak ada pengaruhnya dalam jalannya permainan (gameplay), mengapa kita dipusingkan dengan ini? Ada dua alasan utamanya. Pertama, setting menyediakan hubungan batin dengan game. Saya tidak mudah peduli pada bidak-bidak catur seperti saya peduli pada karkater di Dungeons & Dragons. Dan meskipun unsur ini tidak membuat satu game ‘lebih baik’ dari yang lain, cerita jelas memudahkan pemain untuk melibatkan emosinya dalam game.

Alasan lainnya adalah, tema yang dipilih dengan baik bisa membuat sebuah game lebih mudah untuk dipelajari dan lebih mudah juga untuk dimainkan. Ini karena aturan yang ada menjadi masuk akal. Gerakan bidak di Catur tak punya hubungan dengan temanya dan oleh karena itu harus dihapal bagi mereka yang baru mempelajari game ini. Sebaliknya, peran-peran dalam boardgame Puerto Rico memiliki suatu hubungan dengan fungsi dalam game: builder digunakan untuk membuat bangunan, mayor merekrut para colonist, captain mengirimkan barang ke Old World, dan seterusnya. Akan lebih mudah mengingat apa tindakan-tindakan yang bisa dilakukan dalam game karena memiliki hubungan dengan tema game itu.

Game sebagai sistem

Saya ingin menekankan dua hal soal elemen formal ini.

Pertama, jika Anda mengubah salah satu elemen formal –meskipun hanya satu saja– maka game itu akan menjadi sangat berbeda. Setiap elemen formal memiliki peran sangat penting bagi pengalaman bermain. Ketika merancang sebuah game, perhatikan baik-baik setiap elemen ini, dan pastikan bahwa masing-masing adalah pilihan yang disengaja.

Kedua, perhatikan bahwa masing-masing elemen ini saling bertautan, dan mengubah salah satunya bisa berpengaruh pada yang lain. Peraturan menggariskan perubahan yang bisa terjadi pada status game. Informasi kadang bisa menjadi Sumberdaya. Urut-urutan yang berbeda bisa menjadikan Interaksi Pemain yang berbeda-beda. Mengubah jumlah pemain bisa mempengaruhi Tujuan apa yang bisa didefinisikan. Dan seterusnya.

Karena sifatnya yang saling bertautan ini, Anda bisa melihat sebuah game sebagai satu sistem. (Satu definisi dalam kamus untuk kata ‘sistem’ adalah: kombinasi dari hal atau bagian yang membentuk kesatuan yang kompleks.)

Bahkan, sebuah game bisa mengandung beberapa sistem. World of Warcraft memiliki sistem pertarungan, sistem quest, sistem guild, sistem chat dan seterusnya…

Satu sifat lain dari sistem adalah sulit untuk benar-benar memahami atau meramalkannya hanya dengan mendefinisikan; Anda akan mendapatkan pemahamn yang lebih dalam jika melihat sistem itu berjalan. Coba pikirkan sistem fisika dari gerakan terproyeksi. Saya bisa memberikan hitungan matematis untuk mendefinisikan jalur lemparan sebuah bola, dan bahkan bisa memprediksikan perilakunya… tapi semua itu akan menjadi lebih masuk akal saat Anda melihat orang melempar bola.

Game juga demikian. Anda bisa membaca peraturan dan mendefinisikan semua elemen formal dari sebuah game, tapi untuk benar-benar memahaminya Anda harus memainkannya. Inilah mengapa kebanyakan orang tak langsung bisa melihat paralel antara Tic-Tac-Toe dengan Three-to-Fifteen sampai mereka memainkannya.

sumber:
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?49658-Memahami-Lebih-Jauh-Tentang-Genre-Game
http://malecowards.blogspot.com
http://gamedesignconcepts.pbworks.com/w/page/11829082/Level%203%3A%20Elemen-elemen%20formal%20game


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: